Minggu, 29 Mei 2011

Jangan Biarkan Migrain Datang

MIGRAIN merupakan rasa nyeri kepala yang berdenyut yang sering kali disertai dengan rasa mual dan muntah. Penderita biasanya akan sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan. Kebanyakan orang yang menderita penyakit ini hanya merasakan sakit kepala sebelah.

Apakah migrain hanya menyerang satu sisi kepala? Ternyata tidak. Tak tertutup kemungkinan kedua sisi kepala sakit dalam waktu yang bersamaan. Terkadang migrain sedikit sulit dibedakan dengan sakit kepala jenis lain, seperti gangguan pada sinus atau akibat ketegangan otot leher yang mempunyai gejala hampir sama dengan gejala migrain.

Migrain dapat dibagi menjadi dua golongan besar. Pertama, migrain biasa atau migrain tanpa aura. Kebanyakan penderita migrain masuk ke dalam jenis ini. Gejalanya ditandai dengan rasa nyeri di kepala yang berdenyut di salah satu sisi dengan intensitas yang sedang sampai yang berat dan semakin parah pada saat akan beraktivitas. Penderita merasa mual, muntah, sensitif terhadap cahaya matahari, suara, dan bau.

Kedua, migrain klasik atau migrain biasanya didahului oleh suatu gejala yang dinamakan aura yang terjadi dalam 30 menit sebelum timbul migrain. Ini merupakan 30 persen dari semua migrain.

Ada pula tipe migrain yang disebabkan oleh haid, yaitu migrain yang terjadi sebelum haid, selama haid, dan sesudah haid. Lalu ada juga migrain komplikasi, yaitu migrain yang disertai dengan gejala gangguan sistem saraf, misalnya rasa geli, kesulitan berbicara, dan ketidakmampuan menggerakkan tangan dan kaki. Tapi pada migrain yang satu ini, gejala syaraf tetap bertahan walaupun migrain telah sembuh.

Faktor Penyebab

Pada umumnya yang lebih banyak menderita migrain adalah perempuan. Dan biasanya terjadi 2 atau 3 kali. Migrain sendiri paling sering menyerang orang dewasa yang berusia 20-50 tahun. Tapi seiring bertambahnya usia, tingkat keparahan dan keseringan semakin menurun.

Selain perempuan dan orang dewasa, migrain juga dapat menyerang anak-anak dan remaja, baik dengan aura maupun tidak. Dan orang-orang yang sangat berisiko menderita penyakit ini adalah orang yang datang dari keluarga yang punya riwayat migrain.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti dan jelas apa yang menyebabkan terjadinya migrain. Menurut dugaan para ahli, migrain timbul karena adanya hiperaktivitas umpuls listrik otak sehingga meningkatkan aliran darah otak dan proses inflamasi. Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain.

Sekalipun belum diketahui secara pasti faktor penyebabnya, stress dan perubahan aktivitas rutin disinyalir dapat pencetus lainnya adalah mengonsumsi makanan tertentu seperti cokelat, MSG, dan kopi. Tidur secara berlebihan ataupun kurang tidur juga dapat menjadikan kita terserang migrain, tidak makan, perubahan cuaca atau tekanan udara, tekanan emosi, bau yang sangat menyengat atau asap rokok, dan sinar yang sangat terang atau sinar matahari.

Pengobatan dan Pencegahan

Jika serangan migrain datang, Anda bisa mengatasinya dengan obat antinyeri yang mengandung parasetamol, asetosal, dan kafein. Atau bisa juga mengonsumsi obat anti inflamasi nonsteroid. Obat-obat seperti ini banyak dijual di pasar.

Selain mengonsumsi obat-obatan, cara paling baik yang harus Anda lakukan adalah mengenali pencetusnya dan kemudian mencegahnya. Kalau migrain datang karena stress, carilah cara untuk menghilangkan stress. Kalau migrain datang karena Anda kurang beristirahat, beristirahatlah yang cukup.

http://lifestyle.okezone.com/read/2011/05/05/195/453581/jangan-biarkan-migrain-datang

0 komentar:

Poskan Komentar