Image by FlamingText.com
Image by FlamingText.com

Rabu, 01 Februari 2012

Angka Lempeng Total


BAB IV
HASIL PERCOBAAN

Metode Pengenceran 
setelah di inkubasi




Metode Cawan Penuangan Agar 
setelah di inkubasi







BAB V
PEMBAHASAN

  1. Percobaan Angka Lempeng Total (ALT)
Pada percobaan dilakukan penentuan angka cemaran mikroba atau Angka Lempeng Total (ALT) dari sampel air kloset toilet Inkom, Unjani. . Angka Lempeng total (ALT) adalah  jumlah koloni yang tumbuh pada media dari pengencerah sampel.  Hal ini dikarenakan dengan melakukan pengenceran, maka jumlah mikroba yang tersuspensi di dalam air steril menjadi lebih kecil. Hal ini terlihat dari jumlah mikroba yang teramati setelah pengenceran hingga keempat kalinya, bahwa umumnya semakin banyak pengenceran yang dilakukan maka jumlah mikroba yang terhitung semakin sedikit.
Perhitungan pada koloni hanya dihitung dengan jumlah koloni antara 25-250. Hal ini dikarenakan media agar dengan jumlah koloni tinggi ( > 300 koloni ) sulit untuk dihitung, sehingga kemungkinan besar kesalahan perhitungan sangat besar . sedangkan untuk jumlah koloni sedikit ( < 25 koloni ) tidak absah dihitung secara statistik.
Pada penentuan ALT pada percobaan digunakan metode penuangan agar. Untuk metoda ini dilakukan pengenceran serial. Jumlah koloni bakteri yang tumbuh pada media agar dihitung setelah inkubasi selama ±18 jam pada suhu 37 ̊C.  Dari hasil percobaan ALT yang didapat dalam pengenceran serial  1 : 10² jumlah lempeng angka total dari setiap pengenceran adalah > dari 250 koloni, hal ini disebabkan kemungkinan 2 faktor :
1.      Pada sampel yang di uji kemungkinan banyak mengandung mikroba.
2.      Pada proses pengerjaan kurang aseptis.
Perhitungan jumlah koloni bakteri yang tumbuh pada media dilakukan sesuai dengan cara perhitungan jumlah koloni bakteri x jumlah pengenceran yang dilakukan. Maka nilai ALT yang dipilih dari tingkat pengenceran tertinggi , untuk sampel yang di uji nilai ALTnya adalah
C-0 = tidak terhitung karena koloni belum dilakukan pengenceran.
C-1 = 3825 x 10¹ koloni/ml
C-2 = 2068 x 10²  koloni/ml
C-3 = 1232 x 10³  koloni/ml.
C-4= 950 x 10 4 koloni/ml

B.     Percobaan Angka Paling Mungkin (APM)/Most Probable Number (MPN)
Perhitungan koloni bakteri berdasarkan atas aktivitas bakteri tersebut dalam melakukan metabolisme. Metode ini disebut juga sebagai Angka Paling Muncul (APM) /Most Probable Number (MPN).
Prinsip utama metode ini adalah mengencerkan sampel sampai tingkat tertentu sehingga didapatkan konsentrasi mikroorganisme yang sesuai dan jika ditanam dalam tabung menghasilkan frekuensi pertumbuhan tabung positif.
Semakin besar jumlah sampel yang akan dimasukkan (semakin rendah pengenceran yang dilakukan ) maka semakin sering tabung positif yang muncul. Semakin kecil jumlah sampel yang dimasukkan (semakin tinggi pengenceran yang dilakukan ) maka semakin jarang tabung positif yang muncul. Jumlah sampel/pengenceran yang baik adalah yang menghasilkan tabung positif.
Semua tabung positif yang dihasilkan sangat tergantung dengan probabilitas sel yang terambil oleh pipet saat memasukkannya ke dalam media. Oleh karena itu homogenisasi sangat mempengaruhi metode ini. Frekuensi positif (ya)  atau negatif (tidak) ini menggambarkan konsentrasi mikroorganisme pada sampel sebelum diencerkan.
Dari hasil percobaan APM/MPN yang didapat dengan pengenceran sampai 1/10.000 (4 kali pengenceran), semua tabung reaksi yang berisi tabung durham menghasilkan metabolit positif berupa gas karbon dioksida yang terperangkap dalam tabung Durham yang sengaja dimasukan dalam tabung reaksinya dengan posisi terbalik.
Semua tabung positif kemungkinan beberapa faktor :
1.      Bakteri terdistribusi sempurna dalam sampel.
2.      Media yang dipilih sesuai untuk pertumbuhan bakteri target dalam suhu dan waktu inkubasi tertentu sehingga minimal satu sel hidup mampu menghasilkan tabung positif selama masa inkubasi tersebut.
3.      Menggambarkan bahwa bakteri itu hidup, tidak terluka. Sehingga mampu menghasilkan tabung positif.
Kemudian kami merujuk hasil tersebut pada tabel APM atau MPN sehingga populasi dapat diketahui dengan pendekatan tersebut. Hasil percobaan menunjukkan hasil sebagai berikut :
·       3 tabung (+) pada P-0 nilainya 3
·       3 tabung (+) pada P-1 nilainya 3
·       3 tabung (+) pada P-2 nilainya 3
·       3 tabung (+) pada P-3 nilainya 3
·       3 tabung (+) pada P-4 nilainya 3
Maka jumlah bakteri dilihat pada tabel APM’MPN,  kombinasinya adalah 33333. Nilai APM(dari tabel) =24,0.
Jadi populasi ` =  24 x (1/pengenceran yang ditengah)
                        =  24 x 100
                        = 2400 AMP/ml

KESIMPULAN

Berdasarkan pada hasil praktikum yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
·         Pengujian penentuan  hitungan  cawan atau Angka limpeng total (ALT) dilakukan dengan metode penuangan.
·         Berdasarkan hasil percobaan , perhitungan cawan pada pengenceran sampai 1 : 104 dengan sampel air kloset toilet inkom unjani sebanyak > 250 koloni.
·         Berdasarkan percobaan ALT yang diperoleh adalah  3696x10² koloni/ml.
·         Berdasarkan hasil percobaan, semua tabung menghasilkan positif metabolit berupa gas karbon dioksida yang terperangkap dalam tabung Durham.
·         Berdasarkan pada pendekatan tabel APM/MPN menghasilkan kombinasi 33333 dengan jumlah populasi = 2400 AMP/ml.



0 komentar:

Posting Komentar