Jumat, 02 Desember 2011

PENGUJIAN STERILITAS


PENGUJIAN STERILITAS





BAB I
PENDAHULUAN

I.2. Tujuan Percobaan
Praktikan diharapkan dapat mengerti dan memahami proses pengujian sterilitas  serta dapat menentukan apakah sediaan/alat yang harus berada dalam  keadaan steril, serta memenuhi syarat sterilitas sebagai persyaratan resmi dan pengawasan mutu.  



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tujuan untuk uji ini adalah untuk menentukan apakah sesediaan atau alat yang harus berada dalam keadaan steril adalah kondisi mutlak yang tercipta sebagai akibat penghancuran dan penghilangan semua mikroorganisme hidup. Konsep ini menyatakan bahwa steril adalah istilah yang mempunyai konotasi relative, dan kemungkinan menciptakan kondisi mutlak bebas dari mikroorganisme hanya dapat di duga atas dapat proyeksi kinetis angka kematian mikroba.
            Produk steril adalah sesediaan terapetis dalam bentuk terbagi-bagi yang bebas dari mikroorganisme hidup. Pada prinsip ini termasuk sesediaan parenteral mata dan iritasi.  Sediaan parenteral ini merupakan sediaan yang unik diantara bentuk obat terbagi-bagi, karena sediaan ini disuntikan melalui kulit atau membaran mukosa kebagian dalam tubuh. Karena sediaan mengelakkan garis pertahanan pertama dari tubuh yang paling efisien, yakni membrane kulit dan mukosa, sediaan tersebut harus bebas dari kontaminasi mikroba dan dari komponen toksis, dan harus mempunyai tingkat kemurnian tinggi atau luar biasa. Semua komponen dan proses yang terlibat dalam penyediaan produk ini harus dipilih dan dirancang untuk menghilangkan semua jenis kontaminasi.
            Prinsip inokulasi langsung adalah mencampurkan sampel langsung dengan media untuk melihat ada atau tidaknya mikroorganisme yang ditandai adanya kelarutan dalam media.
            Prinsip penyaringan membrane adalah menyaring sampel uji berupa cairan yang larut dalam pembawa air menggunakan membrane khusus.
            Dalam praktikum ini digunakan dua media yaitu Nutrient Agar (NA) dan Sobourod Agar (SDA). Kedua media tersebut mempunyai fungsi masing-masing. Media NA digunakan untuk mengidentifikasi  mikroba/bakteri. Sedangkan media SDA digunakan untuk mengidentifikasi kapang dan khamir. 





 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


IV.1. Hasil Pembahasan
Tabel hasil percobaan

MEDIA SDA
(Sabouraud Dextrose Agar)


MEDIA NA
(Nutrient Agar)

Isolat kassa,


Terdapat pertumbuhan mikroorganisme seperti kapang-khamir berbentuk bulat yang berwarna kehitaman dan dipinggir-pinggir lingkarannya seperti dikelilingi spora berwarna putih.





Isolat kassa,


Tidak terdapat pertumbuhan mikroorganisme pada media ini.

Isolat injeksi,

Tidak terdapat pertumbuhan mikroorganisme pada media ini.

Isolat injeksi,

Terdapat pertumbuhan mikroorganisme yang berbentuk seperti koloni berupa lendir yang berwarna kecoklatan.


Isolat salep (vaselin dan adeps lanae),

Terdapat tumpukan mikroorganisme yang berupa lendir berwarna putih.

Isolat salep (vaselin dan adeps lanae),

Terdapat pertumbuhan mikroorganisme berbentuk koloni-koloni. Ada yang terbentuk seperti kapang-khamir berwarna hitam, ada juga koloni yang bertumpuk memiliki warna kuning-kejinggaan




IV.2. Pembahasan
Uji sterilitas sterilitas dilakukan untuk mengetahui apakah bahan atau sediaan yang harus steril sudah memenuhi syarat atau tidak. Uji sterilitas dilakukan secara mikrobiologi dengan menggunakan medium pertumbuhan tertentu. Media untuk pengujian diperlukan dalam uji ini.
Pada praktilum kali ini, kami melakukan pengujian sterilitas terhadap hasil kerja senior kami dalam pembuatan sedian injeksi dalam ampul 1 mL, pengujian sterilitas kassa sterili, dan pengujian sterilitas terhadap sediaan salep (vaselin dan adeps lanae). Ketiga sampel ini di uji menggunakan media Nutrient Agar (NA) dan Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Media Nutrient Agar (NA) digunakan untuk mengidentifikasi hasilnya mikroba/bakteri. Dan media Sabouraud DextroseAgar (SDA) digunakan untuk mengidentifikasi hasilnya kapang dan khamir.  
Hasil isolat yang terdapat pada media SDA dari praktikum ini, ditemukan beberapa mikroorganisme yang tumbuh pada isolat kassa steril dan sediaan salep (vaselin dan adeps lanae).sehingga kassa dan sediaan salep tidak steril dari kapang dan khamir. Sedangkan pada isolat yang mengandung injeksi, tidak ditemukan pertumbuhan mikroorganisme, sehingga menunjukkan bahwa sterilitas pada sediaan ini steril dari kapang dan khamir.
            Mikroorganisme yang kami temukan pada isolat kassa yang menggunakan media SDA adalah timbulnya pertumbuhan mikroorganisme yang kami duga adalah sejenis kapang. Karena mikroorganisme ini terlihat secara visual berbentuk seperti spora yang berwarna hitam pada daerah tengah lingkarannya dan berwarna putih pada daerah pinggir lingkaran. Sedangkan mikroorganisme yang kami temukan pada isolat salep (vaselin dan adeps lanae) yang menggunakan media SDA yaitu dengan menunjukkan timbulnya pertumbuhan koloni yang berlendir, dimana kami menduga bahwa terdapat pertumbuhan seperti sejenis khamir yang berwarna putih pada isolat salep (vaselin dan adeps lanae) ini di media SDA.
            Pada isolat yang terdapat pada media NA, kami mendapati isolat injeksi dan sediaaan salep (vaselin dan adeps lanae) masih terdapat pertumbuhan mikroorganisme. Sedangkan pada isolat kassa steril, tidak ditemukan adanya pertumbuhan mikroorganisme, dimana hal ini menunjukkan bahwa kassa steril terbukti steril dari adanya pertumbuhan bakteri yang dapat mempengaruhi efektivitas penggunaan kassa steril tersebut.
            Mikroorganisme yang kami temukan pada isolat injeksi di media NA dengan menunjukkan timbulnya pertumbuhan koloni dimana kami menduga bahwa ini adalah pertumbuhan bakteri yang berbentuk seperti cairan yang mengeras dan berwarna kecoklatan. Sedangkan pada isolat salep (vaselin dan adeps lanae) terlihat adanya pertumbuhan mikroorganisme yang bergerombol membentuk tumpukan yang berwarna kuning-kejinggaan dan ada juga yang membentuk koloni bulatan yang berwarna hitam. Dimana kami menduga bahwa masih adanya pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri pada isolat-isolat ini di media  NA.



 BAB V
KESIMPULAN

            Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagaiberikut :

  1. Media yang digunakan dalam praktikum ini adalah Nutrient Agar (NA) dan SDA. Media NA digunakan untuk mengidentifikasi hasilnya mikroba/bakteri. Media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) digunakan untuk mengidentifikasi hasilnya kapang dan khamir. 
  2. Kassa yang kami gunakan steril dari pertumbuhan bakteri tapi tidak steril dari pertumbuhan kapang dan khamir.  
  3. Injeksi yang kami gunakan tidak steril dari pertumbuhan bakteri tapi steril dari pertumbuhan bakteri.
  4. Salep yang kami gunakan tidak steril dari pertumbuhan bakteri, kapang dan khamir. 


0 komentar:

Poskan Komentar