Rabu, 01 Februari 2012

Identifikasi Mikroba


                             

BAB V
PEMBAHASAN

            Pergerakan Bakteri
Reaksi identifikasi pertama yang dilakukan untuk bakteri adalah melihat gerakan (motilitas) bakteri tersebut. Koloni yang digunakan pada kelompok kami yaitu Nutrient Agar (NA)  no.1 dan Mannitol Salt Agar (MSA) no.4 berwarna kuning. Koloni ini kami dapatkan pada hasil percobaan sebelumnya yang telah diambil koloni yang terbaik.
Pertama, kami menyiapkan dua buah kaca objek steril. Kemudian kaca objek tersebut kami tambahkan tetesan air steril lalu mengoles kultur satu jenis koloni Mannitol Salt Agar (MSA) no.4. setelah ditutup dengan kaca penutup, kemudian kami mengamati pergerakan bakteri itu melalui mikroskop.
Hasilnya, bakteri Mannitol Salt Agar (MSA)  no.4 berupa titik-titik kecil yang bergerak ke atas ke bawah secara teratur.
Dalam mengalami pergerakan, kami membutuhkan kecepatan penglihatan karena bakteri bergerak cepat dan mudah mati. Seperti pada bakteri Nutrient Agar (Na) no.1 kami tidak menemukan pergerakan bakteri karena kemungkinan bakteri itu mati.
Pewarnaan Gram Untuk Bakteri
Pada pewarnaan gram untuk bakteri, kami menyapukan biakan isolat Nutrient Agar (Na) no.4 pada kaca objek kemudian menambahkan 1 tetes air dan mengalami suspensi. Kami meletakkan kaca objek diatas bak pewarna kemudian menggenanginya dengan karbol gentian violet selama 1 menit. Setelah zat warna dibuang, lalu olesan tersebut digenangi dengan lugol selama 2 menit, dan zat warna tersebut dibuang. Kemudian olesan digenangi lagi oleh alkohol. Ketika meneteskan alkohol sedikit demi sedikit terjadi penghilangan warna. Setelah warna hilang, kami membilasnya dengan air mengalir. Setelah itu kami menambahkan safranin selama 1 menit dan membuang zat yang berlebih. Setelah itu olesan dikeringkan.
Untuk pewarnaan gram, kami mengamatinya melalui mikroskop. Pada mikroskop, kaca objek tersebut berwarna biru. Setelah itu dilakukan perlakuan yang sama pada koloni Mannitol Salt Agar (MSA) no. 4 dan menghasilkan warna biru yang sama.
Sesuai dengan literatur, sel bakteri yang berwarna biru menunjukkan adanya bakteri masuk kelompok gram positif. Sel bakteri gram negatif akan berwarna merah. Sehingga pada pewarnaan ini, media Nutrient Agar (NA) dan Mannitol Salt Agar (MSA) masuk ke dalam kelompok bakteri graam positif.
Uji TSIA ada Bakteri
Pada uji TSIA kami menggunakan media tegak dan media miring. Percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi reaksi pembentukan gula.
            Bakteri yang kami ambil dari media Nutrient Agar (NA) no.4 diinokulasikan pada media TSIA yang sudah diisikan pada media miring dan media tegak. Dalam pengisian TSIA dan inokulasi diusahakan tetap pada kondisi steril. Setelah dilakukan inokulasi, kedua media tersebut dilakukan inkubasi pada suhu 35-37˚C selama 24 jam. Awal mula media ini berwarna kuning.
            Selanjutnya setelah di inkubasi barulah kami melakukan uji cobaTSIA dengan melihat hasil warna dari kedua media itu.
            Pada media miring, media TSIA menghasilkan warna kuning. Tidak mengandung gas karena media tegak ini tidak terdapat gelembung atau terangkat dan tidak mengandung gas H2S karena media tidak menimbulkan warna hitam. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri pada media miring mengandung positif laktosa/sukrosa.
            Pada media tegak, media TSIA menghasilkan warna kuning. Tidak mengandung gas karena media tegak ini tidak terdapat gelembung atau terangkat dan tidak mengandung gas H2S karena media tidak menimbulkan warna hitam. Sehingga bakteri pada media tegak mengandung positif glukosa.

         TSIA media Tegak                TSIA media miring


            Uji coba IMVIC pada Bakteri
Identifikasi bakteri selanjutnya adalah dengan pengujian IMVIC. Pada percobaan ini, media air pepton, media MR-VP, media Cimmon’s Citrate, pereaksi kovaks, indikator metil merah dan larutan alfa-naftol digunakan dalam membantu pengidentifikasian selanjutnya.
            Kami menggunakan delapan buah tabung reaksi steril dengan perlakuan sebagai berikut :
a.       Pada tabung reaksi no. 1 dan no.5 kami isi dengan 0.5 ml media air pepton
b.      Pada tabung reaksi no. 2,6,3,7 kami isi dengan 0.5 ml media MR-VP
c.       Pada tabung reaksi no. 4 dan no.8 kami isi dengan 0.5 ml media cimmon’s citrate
Setelah semua tabung reaksi diisi dengan masing-masing media maka kami melakukan
inokulasi dengan isolat Nutrient Agar (Na) no.4 dan Mannitol Salt Agar (MSA) no.4 dengan keterangan sebagai berikut :
a.       Pada media air pepton
Warna awal media air pepton pada tabung no. 1 dan no.5 setelah mengalami inkubasi larutannya menjadi kuning. Kemudian kami menambah 1 tetes pereaksi kovacks melalui dinding tabung secara hati-hati. Terjadi perubahan warna dengan cepat. Kedua tabung reaksi ini sama-sama membentuk cincin berwarna merah diatas permukaan larutan media air pepton yang berwarna kuning.
Sesuai dengan literatur, larutan membentuk cincin berwarna merah menunjukkan adanya indol

                                 Tabung  reaksi no.1                  Tabung reaksi no. 5



b.      Pada media MR-VP
Warna awal media MR-VP pada tabung reaksi no. 2 dan no.6 setelah mengalami inkubasi larutannya menjadi putih keruh dan terdapat sedikit endapan putih dibawah permukaan dasar tabung tersebut. Kemudian kami menambahkan 1 tetes indikator metil merah (MM). Terjadi perubahan warna dengan cepat.
Pada tabung reaksi no. 2 menghasilkan warna orange pekat sedangkan pada tabung no.6 terjadi pembentukan warna merah.
Sesuai dengan literatur, larutan membentuk warna merah menunjukkan adanya (MM). Jika larutan menghasilkan warna lin atau tidak mengalami perubahan warna maka larutan tidak menunjukkan adanya (MM).
Sehingga pada tabung no. 2 menunjukkan bahwa bakteri negatif adanya (MM), dan bakteri pada tabung reaksi no. 6 positif adanya (MM).

                                               Tabung reaksi no. 2                                                      Tabung reaksi no.6


c.       Pada media MR-PV
Warna awal media MR-VP pada tabung reaksi no. 3 dan no.7 setelah mengalami inkubasi, larutannya menjadi putih keruh dan terdapat sedikit endapan putih di bawah permukaan dasar tabung tersebut.  Kemudian kami menambahkan 1 tetes pereaksi alfa-naftol. Terjadi perubahan warna pada kedua tabung ini menjadi endapan warna merah bata.
Sesuai dengan literatur, larutan membentuk endapan merah bata menunjukkan adanya VP. Sehingga pada tabung reaksi no. 3 dan no.7 menunjukkan bahwa kedua bakteri ini menunjukkan positif adanya VP

                                              Tabung reaksi no.3                Tabung reaksi no. 7


d.      Pada media cimmon’s citrate
Warna awal media cimmon’s citrate pada tabung reaksi no.4 sebelum inkubasi berwarna hijau. Setelah mengalami inkubasi, pada permukaan atas media tersebut berubah menjadi biru.
Sesuai literatur, media cimmon;s citrate berubah menjadi biru menunjukkan adanya citrat. Sehingga pada tabung reaksi no. 4 menunjukkan bahwa bakteri positif adanya citrate.
Dikarenakan kekurang hati-hatian kami dalam melakukan percobaan maka untuk isolat Mannitol Salt Agar (MSA) pada tabung reaksi no 8 tidak memiliki hasil. Namun kami tetap melanjutkan identifikasi bakteri pada Mannitol Salt Agar (MSA) dengan dua kemungkinan, yaitu adanya positif citrate dan tidak adanya citrate

                                                                   Tabung reaksi no. 4


0 komentar:

Poskan Komentar