Image by FlamingText.com
Image by FlamingText.com

Sabtu, 19 November 2011

Trim's LARA


 Trim's LARA





“ Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Dia pindahan dari Jakarta, ayo Lia “ ujar Bu Dewi, “ hai semua , nama saya Delia Oktaviani kalian boleh panggil saya Lia, saya berharap bisa menjadi teman yang baik untuk kalian ” kata Delia agak gugup.
                                                     
                                                                        ***
“Delia !!!“ sapa Lara. “Lara ??? kamu sekolah disini ?“ tanya Delia . “Iya Del, gak nyangka yah kalau kita bisa ketemu lagi !“,“Ya, aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi !“ Ujar Lia. Lara adalah temannya semenjak SD dulu. Sambil berjalan mereka berbincang bersama. “Del, kenapa kamu pindah ke sini ?“ tanya lara. “Aku pindah kesini  karena Ayahku pindah kerja kedaerah ini” jelasnya.”Terus rumah kamu sekarang dimana ? “,“Deket kok dari sini, kalo kamu mau, nanti pulang kamu mampir dulu aja ke rumahku, gimana ?” ajaknya.“Ok dech !” Lara mengangguk
                                                                        ***
Delia menuangkan air kedalam sebuah gelas. ”Diminum airnya Ra !“ kata Delia “Thank’s ya“ kata Lara seraya mengambil segelas air itu dan meminumnya.. “Besar juga rumahnya“ gumam Lara. “Del, kapan kamu pindah kesini ?“ Tanya Lara “Mm . . .  Tiga hari yang lalu“ jawabnya, Lara mengangguk sambil melihat kanan kiri.
***
            Keesokan harinya disekolah,bel pulang sudah berbunyi. Delia langsung lari keluar kelas sambil menyandang ranselnya .
“Pulang! Asyik! Rasanya pusing betul hari ini “
            Didepan pintu gerbang sekolah, Lara sudah menunggu bersama salah satu temannya. “Eh Del, kenalin nih temen aku !” ujar Lara, “Hai aku Jessica !” “Delia !” mereka bersalaman. “Ya udah dech kita pulang barengan yuk !” ajak Delia sambil meraih tangan mereka.
Pikiran Lara penuh angan. Sajian makanan di meja makan yang ditutup dengan tudung saji dan ditemani dengan segelas teh manis yang begitu dingin.
“Asyik!“ gumam Lara.“Mikirin apa sich ? Senyum sendiri, bilang asyik segala lagi !“ “Mm mau tau aja !“ Delia menggeleng- geleng kepala melihat tingkah laku Lara yang penuh angan. “Sikap kamu masih sama kayak dulu di SD“ kata Delia,Lara tersenyum malu “Ah… kamu bisa aja !” “Jadi dulu kalian temenan di SD ?” tanya Jessica.“Ya, tapi pas aku mau naik kls 6 aku pindah ikut Ayah ke Jakarta !” jelas Lia. “Dan sekarang kalian ketemu lagi gitu !” tambah Jessica.“Oh iya ! kamu ikutan OSIS baru gak Del?” tanya Lara “Iya Ra, aku kepilih “jawab Lia “Sama dong !“ “Kalian beruntung kepilih jadi anggota OSIS !” gumam Jessica sedih.“Lho emang kamu nggak ikutan Jess ?” tanya Lia,“Nggak aku gak kepilih, padahal aku mau banget !” gumamnya.“Akh, udah dech ! yang penting kita tetep temenan, walaupun kamu nggak ikut jadi anggota OSIS tapi kamu tetep temen kita iya gak Del ?” tanya Lara, Delia hanya tersenyum dan mengangguk.
Setelah sampai didepan rumah Delia.
“Mau mampir gak ?“ ajaknya.“Makasih, aku mau langsung pulang aja, biasa . . . aku harus belajar !” ujar Lara “Rajin bener !” puji Delia “Harus dong !” jawab Lara  “Jess, mampir dulu gak ?” ajak Delia pada Jessica, “sorry dech aku mau ke toko buku dulu !” “Ya udah aku duluan, dah !”, “Dah juga” Larapun melanjutkan jalannya kembali bersama Jessica. Delia membuka pintu depan rumahnya.  “Assalamu’alaikum. . .” sapa Delia . Ibu deliapun menyambut Delia. “Wa’alaikumsalam. . .”, “Mama !” Ia langsung bersalaman pada ibunya. “Gimana belajarnya, susah ?” tanya ibu lembut “Ya . . . gitu dech !” jawab Delia sambil meneguk segelas air putih “Ma, Lia kepilih jadi calon anggota OSIS, katanya sich pelantikannya seminggu lagi, kegiatannya berlangsung selama 5 hari. Tiga hari dari pagi sampai sore dan yang terakhir nginep disekolah boleh kan ma ?”, “Ya silahkan aja selama itu masih kegiatan yang positif, tapi kamu harus hati-hati Del !”.
                                                                        ***
            Seminggu-pun berlalu. Delia bersiap-siap untuk berangkat kesekolah
“Del, udah sarapan ?” tanya Ibu Delia “Udah, ma!” jawabnya. “Persiapan yang harus kamu bawa, udah dimasukin kedalam Ransel ?”, “Udah ma, semuanya udah beres tinggal nunggu Lara”, “Jaga kondisimu disana !” ujar sang Ibu, Delia hanya mengangguk sambil celingukan menunggu sobatnya.
Tak lama kemudian Lara-pun tiba dirumah Delia,
“Hei Del, siap berangkat ?” ajak Lara “Udah siap dari tadi kok!” Serunya. Merekapun berangkat dengan menyandang ransel masing-masing.
***
Sore hari Delia sudah berada dirumah.
“Del, sudah pulang rupanya” sapa papa “Papa ? tumben sore hari udah pulang, biasanya kan papa sering pulang larut malam. Ada apa pa ?” tanya Delia heran “Del, kita harus ke surabaya sekarang, nenek. . . meninggal” jawab papa dengan hati-hati.
            Delia langsung terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka nenek yang ia sayangi sudah tiada.
“Tidak !!! itu tidak mungkin. . .” gumam Delia sambil menangis tidak berdaya “sudahlah Del kita pergi sekarang, ibumu sudah berada di surabaya menunggu kita” “Tapi Pa, Delia kan sedang pelantikan!”, “Telepon saja temanmu bilang kamu izin ada urusan mendadak”. Delia langsung mengangkat gagang telepon. Menekan nomor telepon Lara. “Hallo !” sapa Lara “Hallo, Ra ini aku Lia. Besok aku gak bisa kesekolah”, “Kenapa Del ?” tanya Lara “Aku ada urusan mendadak, please ya. . .” “Ya udah, nanti aku bilang ke seniornya” kata Lara “Makasih ya , dah. . .” Delia menutup gagang teleponnya kembali.
                                                                        ***
             Hari ketiga palaksanaan OSIS baru , suasana disekolah begitu ramai di malam hari anggota osis lama melantik calon OSIS baru.
“Ayo baris yang benar !!”, teriak kak Ardi, anggota OSIS lama “Cepat!, “Ada yang tidak mengikuti pelantikan hari ini ?” tanya kak Nita “Ada kak!” ujar Lara “Siapa ?” tanya kak Nita “Delia, Delia Oktaviani” jawab Lara “Kenapa dengan Delia, anak baru itu ?” kata kak Nita dengan raut wajah sinis “Izin kak, ada urusan keluarga yang mendadak” jawab Lara “Oh. . . , ya sudah, Kita mulai saja pelantikan pada malam hari ini” kata kak Nita “Apakah anggota OSIS lama sudah berkumpul semua ?”, tanya kak Ardi “Belum !!! ada yang sedang masak” teriak kak Retno, diujung tendanya. Tetapi tiba-tiba sekilas api menyambar dan berkobar hebat menjalar ke seluruh ruangan “AWAS !!!”.
                                                                        ***
“Tidak!!!” teriak Delia, terbangun dari mimpinya. Ibu Delia menghampiri Delia  “Kenapa sayang ?” tanya ibunya “Ma, Delia mimpi,mimpi buruk !”, “Mungkin kamu masih trauma , sepeninggalnya nenek” kata Ibu Delia “Bukan ma !” bantah Delia, “Delia mimpi ada api, kebakaran ya . . . kebakaran, dan yang paling menakutkan Lara. . .berdiri didepan  Lia dengan bersimpah darah . . . Lia takut ma!”, “Delia . . .” ibupun langsung memeluknya.
“Ma, besok kita pulang yuk” pinta Delia “Iya nak” kata ibu seraya membelai rambut anaknya itu.
                                                                        ***
Siang harinya Delia sudah sampai dirumah, Delia memasuki kamar dan membenahinya. Delia memikirkan tentang mimpinya semalam, “kenapa perasaanku jadi gak enak gini ?” pikirnya “telepon Lara ah!“
            Delia berlari keruang tamu dan langsung menelepon Lara, tapi sayang tak seorang-pun yang mengangkatnya.
“Sialan!” karena kesal Delia langsung menutup gagang teleponnya itu. Sejenak Delia terdiam “Ya . . . ampun! bodohnya aku, Lara kan pasti di sekolah ikutan pelantikan OSIS baru. Besok hari terakhir kegiatan OSIS baru, masih ada waktu dong buat aku sekali lagi“ kata Delia, berbicara sendiri.
***
            Keesokan harinya Delia pun berangkat ke Sekolah. Hari itu hujan turun, tetapi Delia tetap tidak putus asa baginya kegiatan itu akan menambah pengalamannya. Kegiatan pun berlangsung di sekolah
“Ayo  acara kita mulai lagi !!!” teriak kak Ardi
Deliapun langsung berbaris kembali seperti hari pertama dulu.
            Acara demi acara sudah dilalui, dan ketika sang malam datang. Setiap kelompok memasuki tendanya masing – masing. Deliapun memasuki tendanya.
“Hai semua . . . apa kabar ?” tanya Delia tetapi dari kelompoknya hanya Laralah yang menjawab sapaannya itu.“Hai juga Del, kapan kamu pulang ?” tanya Lara dengan lemas “Kemarin siang  . . . Lara kamu kenapa? pucat banget sich !” tanya Delia, Lara hanya tersenyum “Hei! Kenapa tangan kamu ? Dingin banget !” tanya Delia kaget ketika menggenggam lengan sahabatnya itu.Badan Delia-pun langsung dingin tidak enak,  “Kenapa aku jadi merinding gini sich !” pikirnya, “Ra, kok aku jadi gak enak gini sich !” gumamnya, “Kamu harus pergi dari sini secepat mungkin !!!” bisik Lara agak gugup “Kenapa Ra ? Pelantikan belum usai kok kamu ngomong gitu sich !”
***
            Tok! Tok! “Assalamu’alaikum” sapa Jessica ketika didepan pintu rumah Delia. “wa’alaikumsalam” jawab ibu Delia membukakan pintu “Ibu delia ? saya Jessica temannya Lia” kata jessi memperkenalkan dirinya “Ya, ada apa Jess?”, “Saya Cuma mau ngasih tau Lia, kalau pelantikan OSIS terakhir dibatalkan, soalnya malam kemarin terjadi kebakaran sehingga sekolah kami hancur Bu !” jelas Jessica, “Apa !!!” teriak ibu Delia kaget “Kenapa kamu gak bilang tadi pagi atau tadi siang ?”  “Maaf bu, saya kira Delia juga ikut pelantikan kemarin tapi kata Ibunya Lara, Lia sempat menelpon Lara kalau dia tidak ikut karena izin pergi ke Surabaya !” jelas Jessica “Tapi . . . Lia udah pergi ikut pelantikan dari tadi siang !” jelas Ibu Delia.
“Tadi siang ? wah, gawat bu . . .” cemas Jessica “Kita harus segera kesana bu !” Jessica langsung memanggil taksi memintanya untuk mengantarkan mereka berdua kesekolah Delia.
“Kemana Non?” tanya sopir taxi itu, “SMA 25 pak !”, “Ha ? yang bener neng ,kan udah kebakar!mau apa kesana?” tanya sopir itu keheranan.
“Ah! Jangan banyak omong !” ketus Jessica “Bu ayo naik“
***
“Ra, emangnya kenapa ?” tanya Delia sambil kebingungan “Kalau diceritain . .  .Cukup panjang !” Jawab Lara “Cepat kamu pergi dari sini, kamu masih manusia !”
            Delia kebingungan, apa yang dia katakan? dia juga manusia, semua yang ada disini juga manusia kata Delia dalam hati.
“Cepat sebelum kamu terlambat !” ketus Lara, “Tapi . . .”, “Aku udah meninggal! Kami semua yang ada disini hantu !” Lara mulai mengeluarkan airmatanya.
            Delia terkejut, jantungnya berdetak tak karuan “Tidak !” ketus Delia, ia benar-benar bingung antara percaya dan tidak “Terserah kamu mau percaya atau nggak, yang jelas kalau yang lainnya pada tau , kamu bisa celaka !” jelas Lara, “Maksud kamu ?” tanya Lia
            Tak lama terdengar suara langkah kaki seseorang diluar tenda mereka, “Cepat . . . kamu harus pulang ! jangan sampai mereka ngebakar kamu !” ujar Lara, “Maksud kamu apa sich aku nggak ngerti Ra !” Delia tambah bingung melihat sahabatnya itu.
            “Sedang apa kalian ?” tanya Kak Ardi sambil memandangi mereka dengan tajam, “Tidak . . . kami Cuma . . . !”, Lara mulai bingung “Sebentar lagi kalian harus mengikuti Long much jangan menyia-nyiakan waktu untuk istirahat !” ujar kak Ardi tegas, dan tak lama ia pun pergi meninggalkan mereka.
            “Ada apa Ardi ?” terdengar Kak Nita dari luar tenda, “Mereka belum Istirahat ?” tanyanya lagi, “Ya, Lara dan Lia masih mengobrol ! seperti manusia saja !” ujarnya, “Siapa . . . Lia ? bukankah dia tidak ikut pelantikan kemarin ?” tanya Nita, “Jadi . . . dia belum mati ?”
            “Lia . . . cepat keluar dari tenda ini ! mereka sudah tau, cepat !” Lara mendorong Delia keluar dari tenda belakang, Lia yang masih kebingungan berlari mengikuti saran Lara, “Itu dia lari . . . cepat kejar !” suara Kak Nita menggema sambil berlari mengejar Lia.
            Lia benar-benar ketakutan kini, karena lelah ia hendak sembunyi di salah satu tenda, namun ketika ia memasuki tenda itu, “Akh . . . . kalian sedang apa ?” tanya Lia ketika melihat tulang-tulang berceceran dibenahi oleh mereka yang ada di tenda tersebut, mata mereka mulai menyelidik . . . memandang Lia begitu tajam. Saat lia sadar mereka bukanlah manusia, dia langsung berlari menjauhi tenda itu.
            “Tolong . . . aku tidak tahan !” Delia menjerit, dan ketika seorang memegang pundaknya “Akh . . . “, “Jangan takut Del, ini aku Lara ! cepat kamu naik ke jendela ruang Laboratorium, keluarlah lewat jalan itu cepat !” Delia pun berlari menuju Laboratorium, namun ketika dia mengangkat kakinya “Jangan kira kamu bisa lolos Lia !” suara Kak Nita terdengar jelas di telinga Lia, “Tolong jangan sakiti aku, tolong kak !” pinta Lia ketakutan, “Kami di sini terbakar hangus ketika pelantikan, dan kamu enak-enakkan di luar sana . . . itu tidak adil ! kamu harus mati seperti kami !”
           
***
            “Ayo dong Pak cepat !” Jessica mulai gundah, “Ini juga udah cepet neng !” sahut Sopir taksi itu. “Aduh . . . kenapa lagi ini . . . mesinnya susah dinyalakan lagi !” taksi itu berhenti, raut muka mereka menjadi tambah gelisah.
***
            “Jangan . . . jangan !” Delia mulai menangis melihat api di tangan kak Nita, “Akh . . . “ Kak Nita terjatuh oleh tendangan Lara. “Cepat pergi . . . !” teriak Lara, tanpa pikir panjang Delia langsung tancap menaiki jendela dan menuruni tangga melewati koridor yang gelap
            Tak lama kemudian jessica dan ibu Delia sampai disekolahnya. Ibu Delia terkejut melihat bangunan sekolah Delia  hancur.
“Ayo bu, kita cari Delia” ajak Jessica,
            Mereka mencari Delia kemana-mana. Akhirnya Deliapun ditemukan sudah tergeletak pingsan disudut kelas yang telah rapuh.
“Delia!!“ teriak ibunya “Ya ampun Delia . . .” gumam Jessica tak percaya “Jessi tolong ibu ,bawa Delia ketaksi, kita harus cepat pergi dari sini”, “Iya bu, Jessi juga udah merinding!”.
            Mereka langsung pergi meninggalkan sekolah itu. Dari atas gedung sekolah terlihat Lara yang sudah bersimpah darah diseluruh badannya tersenyum lega.
“Selamat tinggal Del, kamu tetep sahabatku” gumam Lara.
***
Delia sudah sadar dirumahnya, Jessica menceritakan kejadian yang sebenarnya secara rinci, karena ia kebetulan melihat jelas pada waktu kejadiannya.
“Begitulah del, lalu polisi yang menangani kasus ini”, “Kamu lihat mayat Lara ?” tanya Delia, Jessica menggelengkan kepala “Lara  yang nolongin aku, Lara. . .” gumam Delia mengeluarkan air matanya. Lalu Jessica-pun memeluknya “Trim’s Lara !” gumam Delia.
                                                           

THE END


Catatan Si Kembang Bias

CATATAN SI KEMBANG BIAS






A bud which should open up
            A root which should creep
            Drops of rain which should refresh
            It didn’t resemble in my face . . .

            “Kasian ya, masih muda kok punya penyakit kayak gitu ?!” ucap salah satu ibu rumah tangga tatkala dia menatap gadis muda berkursi roda di depan rumahnya dari kejauhan.
“Anak muda zaman sekarang memang terlalu dibuai cinta, jadinya seperti itu !“ balas rekannya. Kemudian mereka berdua melanjutkan langkahnya tanpa mereka sadari perkataan itu terdengar oleh gadis berkursi roda itu.
”Seperti itukah aku ?” gumamnya.
***
Sering aku bertanya kepada diri dan kepada mereka tentang cinta. Semua membisu. Apa yang bisa diterka, nyatanya hidup ini busur lingkar semata. Kemana mesti pergi mencari yang lebih abadi ? ingin hati terbang ke ujung langit. Lari dari hati ke hati, dari embun ke embun, dari hening ke hening.
            Senja sudah hampir tiba. Sempatkah aku dengarkan lagu merdu senandung nada gairah ? yang ada, cuma gelombang di hati kelam tanpa cahaya. Bayang selalu menyuram dan mengabut menyemikan gelora duka dari jauh.
            “Neng Mawar,hari hampir malam, kenapa belum masuk rumah juga ?” Bi Asih menyeru dari balik pintu teras luar.
            “Belum, Bi. Saya ingin menunggu matahari tenggelam perlahan di ufuk sana.” Balasku masih menatap ke atas langit menguning. Tak lama kemudian, matahari mulai menyembunyikan dirinya. Tenggelam hingga cahayanya hilang.
       Melangkah dari bayangan saat aku masih menatap indah sang raja siang tenggelam, pikirku kembali mengelilingi langkah-langkah yang telah kulalui bersama ayah yang kini telah menjadi ombak ganas menggulung seluruh harapan hidup ibuku. Yang membuat ibu seakan terapung ditengah samudra tak tahu bagaimana harus menyelamatkan buah cintanya sehingga ia tega pergi menelantarkan anak demi kepuasan semata pula. Tatapanku kosong, jiwaku menjelajahi masa lalu.
      Aku Mawar. Banyak tetangga menyanjung keluarga kami sehingga membuatku merasa beruntung dilahirkan dari keluarga yang terhormat. Namun raut seakan terpasung waktu, hati tak kunjung bahagia tatkala mereka bercerai  ketika aku berusia 6 tahun. Ratapanku seakan mengulum sendu. Hingga kini aku tidak jalani hidup dengan mereka. Suasana sungguh membuatku berbeda dengan semula. Kubuka jendela jiwa lewat nyanyian atau sebaris puisi namun semua tak seperti biasa, hanya reruntuhan kesakitan yang meringis mengaduh.
Sungguh pahit bagi si buah hati ini jika mengingat tingkah ayah, yang hanya karena dimabuk asmara dengan perempuan lain, diapun jadi tidak berarti. Semua itu membuat aku menjadi benci. Pikiranku menjadi buta karena diselimuti oleh rasa dendam dan amarah yang kian menjadi.
      Semenjak mereka pisah, keceriaanku pudar. Diri ini dikuasai rasa dendam terhadap kaum adam.Tak ingin mengenal Cinta.Terus begitu hingga aku beranjak dewasa. .
      Namun, kehidupanku mulai berubah ketika aku bertemu dengan seorang pemuda. Hingga menimbulkan suatu rasa yang berbeda. Pertama kali aku bertemu dengan dirinya, yaitu ketika aku masih duduk dibangku SMA di kota kembang.
***
            3 tahun yang lalu . . .

            Bruk !!!
Tumpukkan buku terjatuh dari genggamanku. Aku bertabrakkan dengan siswa sebayaku !
“Sorry…” gumamnya. Dia membereskan tumpukkan buku yang berceceran dibawah lantai koridor sekolah kemudian menyerahkannya padaku.
“Gak apa-apa. Makasih.” Wajahku berkesan dingin. Sorot matanya menyelidikiku,tidak berkedip sama sekali. “Kenapa kamu tatap aku seperti itu ?” tanyaku heran.
“Eh, sorry,” seakan dia sadar oleh lamunannya,”Kamu siswi baru disini ?” tanyanya,”Aku belum pernah lihat kamu sebelumnya.”
“Nggak. Mungkin aku terlalu sering diperpus.” Balasku.
“Nama kamu siapa ? trus di kelas mana ?’
“Mawar, kelas 3 IPA 2.”
“Radit, 3 IPS 1.”
Kami saling berjabat tangan. Dia menggenggam erat tanganku. Sekilas rasa hangat menyebar seluruh tubuhku. Aku langsung melepas jabatannya. Dia tersenyum ramah. Aku tidak membalas, malah pergi meninggalkannya. Dari jauh aku sempat menengok. Dia masih memandangku. Tapi aku tak peduli. Dalam pikiranku, lelaki semua sama saja. Sama-sama Bejat !
***
Aku berjalan di samping motor siswa yang berderet di depan sekolah. Panas matahri menyengat parasku namun tidak mengubah pendirian hati untuk tetap berjilbab. Tepat dihadapanku, tampak Radit berdiri seorang diri. Radit menoleh, seketika itu-pun langkahku berhenti.
”Pertemuan kedua nih !” ujarnya. Aku tidak menggubris. ”Pulang ?”
”Emang kenapa ?”
”Kok gitu ?”
”Ada yang salah ?” tanyaku.
”Nggak,” jawabnya, ”Kamu orangnya kalem ya . . .” lanjutnya. Aku tidak membalas. Mataku tertuju kearah jalanan menunggu taksi lewat.”Biasanya orang seperti kamu itu selalu menyimpan perasaannya sendiri.” tambah Radit dengan nada serius.”Jangan-jangan, kalau kamu suka atau benci dengan seseorang, lebih baik dipendam sendiri ?!”
Benci ? ya. Tebakannya benar. Aku selalu menyimpan perasaanku sendiri. Cukup hanya aku yang tahu tentang perasaanku.
”Maaf ya, kalau perkataan aku tadi bikin kamu tersinggung.”
”Nggak apa-apa. Kita harus menghargai pendapat,iya kan ?” balasku.
Sebuah taksi berhenti di depanku. “Radit, aku duluan !” Aku kemudian meninggalkannya tanpa berfikir panjang. Aku tidak suka dia mengintrogasi perasaan orang, tapi disisi lain dia mengerti perasaanku. 
***
Prang….!”
            Tiba-tiba ada bunyi benda pecah diluar sana. Mataku tak bisa terpejam. Malam itu begitu ribut seperti biasanya. Teriakan dan tangisan dari luar seakan menusuk persendian tulangku.
Diam-diam aku beranjak dari tempat tidur.Aku mulai melangkahkan kakiku menuju pintu, “Klek !” pintu kamarku kubuka pelan-pelan. Aku mulai keluar kamar dan melewati ruang TV, setelah sampai diruang tamu, aku mengintip lewat dinding yang menghalangiku. Mataku menyelidik
“Alah . . .sudahlah !  bilang saja kalau selama ini Bapak selingkuh !” teriak ibu pada Bapak dengan sengit.
”Dasar wanita kurang ajar ! Berani sekali kamu menentang saya !” balas Bapak yang tidak kalah sengitnya.
”Bapak sudah menghancurkan rumah tangga Bapak sendiri !” lanjut Ibu. ”Apa kata anak kita nanti, kalau ternyata Bapaknya itu main selingkuh !”
            ”Diam kamu !” Bapak menampar Ibu dengan keras hingga bibir ibu berdarah. Aku, gadis kecil yang masih lugu hanya dapat menangis tidak berdaya.
            Beberapa hari kemudian Ibu resmi bercerai dengan ayah. Aku ikut bersama Ibu. Tapi ternyata tidak sebahagia yang aku bayangkan. Ekonomi kami semakin merosot sesudah Bapak pergi.
            ”Anakku, ibu harus mengurus usaha ibu di Surabaya. Bi Inah akan merawat kamu selama ibu disana.” jelas ibu padaku.
            ”Aku ingin bersama ibu” balasku sambil menangis.
            ”Tidak, Nak. Kamu harus tetap disini. Ibu janji akan menjenguk kamu.”
            ”Ibu, jangan tinggalin Mawar . . .Mawar ingin bersama ibu . . .” aku menangis. Aku takut ditinggal. Aku takut. ”Ibu  jangan tinggalin Mawar . . .”
***
            ”Ibu . . .!!!” aku terperanjat dari tidurku.
***
           
Mimpi tadi malam telah mengingatkan masa laluku. Aku menangis dibelakang sekolah. Sepi. Tidak ada seorangpun yang tahu bahwa aku selalu menangis dibelakang sekolah sendirian.
”Kenapa nangis ?” seru seseorang.
Aku kaget kemudian menoleh ke belakang. Radit sudah berada dibelakangku. ”Ngapain kamu disini !” balasku.
”Loh, mestinya aku yang nanya gitu. Sendirian dibelakang sekolah sambil nangis nggak karuan. Lagian kenapa sih ?”
”Bukan urusan kamu.” jawabku. ”Kamu nggak usah ikut campur urusan orang !”
”Memang sih kita nggak boleh ikut campur. Tapi kalau ngasih saran boleh kan ?” dia duduk disampingku. ”Aku teman kamu. Kalau kamu ada masalah, cerita. Jangan dipendam. Barangkali aku bisa bantu.”
”Kamu nggak ngerti !”
”Aku pasti bisa ngerti. Asal kamu cerita.” balasnya. ”Aku akan setia temani kamu. Kamu harus percaya sama aku.aku ingin jadi sahabat baik kamu.”
Aku terdiam.”Kamu mau jadi sahabat aku ?” dia mengangguk tersenyum. Dia menggenggam tanganku erat.
”Aku akan selalu disamping kamu.”
***
Pagi yang cerah memindahkan aku dari kegelapan. Mengajak untuk tersenyum pada mentari sebagai tanda syukur nikmat Sang pencipta. Terasa hangat dan bangkitkan semangat jiwa.
            Aku masih ingat bagaimana Radit menggenggam tangan ku dibelakang sekolah dengan mengucapkan kata-kata yang begitu yakin. Setelah itu aku percaya dan  menceritakan semua kehidupanku padanya.
            Dari situlah aku mulai dekat dengannya. Ada titik bening kecil menggeliat dimataku. Ada kunang-kunang menari di depan wajahku. Ada rindu bertalu nada tentangmu. Hari demi hari selalu bersamamu. Lewati berbagai cerita indah yang menghidupkan gairahku.
            Aku dapat tertawa lepas. Jalan pikirku perlahan berubah. Tak semua mereka jahat. Radit, sosok yang ku anggap hebat.
***
            “Mawar” gumam Radit
            “Ya, ada apa ?”
            “Kamu ada acara nggak nanti malam ?”
            “Gak ada. Lagian, aku selalu dirumah sendiri. Nggak suka keluar” jelasku.
            “Boleh nggak malam ini aku kerumah kamu. Ada sesuatu yang ingin aku kasih buat kamu.”
            Aku berpikir sejenak. “Ok, aku tunggu !” jawabku.
***
            Malam itu aku menunggu Radit didepan teras. Berjalan mondar-mandir menatap gerbang luar berharap dia segera muncul.
Ada sebuah rasa merasuki hatiku. Rasa itu tertanam lekat didiriku. Meski ku tak tahu rasa apa sebenarnya itu, Namun aku biarkan saja hingga menyebar utuh.
Radit datang. Dia menyapaku. Aku tersenyum dan mengajaknya masuk.
“Dit, sebenarnya kamu mau ngasih apa sih buat aku ?” tanyaku penasaran.
“Hm…apa ya ?” pura-pura linglung.
“Ih, jangan becanda dong. Aku penasaran.”
“Ok deh.” Dia membuka ranselnya dan mengeluarkan sebuah bingkisan berbentuk kotak. “Bingkisan ini buat kamu. Ayo buka. Sebelumnya, selamat ulang tahun yach !”
“Ya ampun. Ya, hari ini ulang tahun aku ! kok aku bisa lupa yach ?!” seruku baru menyadari. Aku langsung membuka bingkisan itu. Ternyata sebuah lampu dengan lapisannya yang bergambar ukiran keluarga. “Makasih yach. Tapi kok gambarnya kayak gini ?”
“Aku sengaja. Biar kamu bisa selalu ingat keluarga kamu.” Sejenak aku tersentak. Rasa dendam timbul kembali pada keluargaku. “Mawar, aku tahu kamu masih marah sama keluarga kamu. Tapi sebagai seorang anak, kita jangan sampai amat membenci orangtua kita.” Jelas Radit.
“Kamu nggak ngerti Radit. Aku sangat sakit oleh sikap mereka yang tidak peduli. Mereka hanya mementingkan dirinya masing-masing !”
“Sebesar apapun kesalahan mereka, aku yakin dilubuk hati mereka ada rasa cinta untuk kamu. Kamu pun begitu. Aku hanya nggak ingin kamu terus dibelenggu oleh rasa dendam. Aku senang kamu ceria. Itu akan terlihat cantik.”
Radit menatap tajam padaku. Tatapannya tak dapat melepaskan aku darinya. Ia membelai rambutku. Tubuhku dan tubuhnya perlahan mendekat. Aku dan dia semakin larut dalam tarian hembusan malam.
Malam, jangan usik aku untuk segera bertemu pagi. Karena aku ingin selalu bersama dengannya.. Malam itu, ku simak cinta yang telah menguasaiku dan yang telah membuatku seketika sirna.
***

“Hari ini Radit masuk sekolah nggak ?” tanyaku pada salah satu temannya.
“Nggak tuh.” Jawabnya.
Semenjak peristiwa itu aku tidak bertemu lagi dengannya. Berkali-kali aku hubungi, ponselnya selalu tidak aktif. Pernah suatu hari aku mendengar kabar bahwa dia sakit. Tapi ketika aku mendapatkan alamat rumahnya, tetangga bilang dia telah pindah tiga hari yang lalu. Aku bingung harus mencari kemana lagi.
Sebulan sudah aku menunggu kehadiran dia. Ketika aku pulang dari sekolah, sepucuk surat tersimpan di bawah pintu depan rumahku. Ku buka surat itu. Surat dari Radit.
“Radit . . .” linang air mata basahi pipiku. Aku tak kuasa menerima kenyataan ini. Badanku jatuh terkulai lemas. Surat itu pernyataan dari Radit. Dia sudah lama mengidap HIV. Kesalahannya terulang kembali, dan kali ini korbannya aku. Dia amat menyesal.
Seminggu kemudian aku periksa diri ke dokter. Setelah mengalami proses yang cukup lama, akhirnya aku dinyatakan positif terkena penyakit kotor itu. Ada tetesan air mata membasahi pipi kemudian jatuh di lantai bumi. Menambah perih sobeknya hati. Sejenak mata kosong ke muka dunia ditengah isak, sedangkan hati menatap ke belakang. Dalam sedetik, sejuta tragedi membayangkan kebahagiaan tinggal dalam khayal.
***
            Langit kian gelap. Aku masih duduk diatas kursi roda sambil memandang langit. Bi asih keluar menghampiri aku.
            “Neng, ayo masuk rumah. Angin malam tidak bagus buat kesehatan.” Kata Bi Asih. Aku langsung mengusap airmata yang keluar dipipiku. “Yang lalu, biarlah berlalu. Yang penting sekarang adalah kesehatan kamu, Mawar.” Bi Asih terlihat sedih menatapku.
            “Iya,” jawabku.”Makasih, Bi.” Ucapku parau. Bi asih mendorong kursi roda yang aku duduki. Membawa aku masuk kedalam rumah dengan penuh kasih sayang.
Dalam samar, ku tatap fakta yang tiada terpungkiri, sementara suara yang terpendam impian tak dapat kuhindari. Hatiku kabur berbaur bersama khayal dan nafsu bersama tangis yang tiada henti. Setiap aku melangkah bersama kehendak nafsu, setiap itu pula jiwaku terbongkar.
Radit. Kabar terakhir aku dengar bahwa tiga bulan yang lalu dia telah meninggal karena penyakitnya. Dia tidak lagi disisiku semenjak dua tahun silam. Dia meninggalkan aku. Entah dulu dia masih memikirkan aku atau tidak. Tapi aku masih memikirkannya. Meski hati kandas, tapi aku sering bertanya, apa aku benci atau rindu kepadanya ?
Kini aku masih hidup dengan duka dihati. Kurasakan dunia ini pedih. Entah kapan aku akan mati bersama penyakit ini. Aku akan selalu ingat kisahku dengan Radit..
Mawar . . .nama yang  indah bagai kembang mawar. Namun pada diriku bukanlah kembang mawar yang mekar. Aku kembang yang bias.
***     

Sabtu, 29 Oktober 2011

KONSUMSI SEHAT UNTUK PENDERITA ASAM URAT

Diet bagi Penderita Gangguan Asam Urat Penderita asam urat tinggi, memang harus hati-hati terhadap makanan. Diet yang dilakukan, harus memenuhi syarat sebagai berikut :

 • Pembatasan purin 
Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari).

 • Kalori sesuai kebutuhan Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. 
Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkannn dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya keton bodies yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin.

 • Tinggi karbohidrat Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. 

• Rendah protein Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur
.
 • Rendah lemak Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori. 

• Tinggi cairan Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi

 • Tanpa alkohol Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh  

Jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat antara lain adalah : 
Makanan laut seperti udang, kepiting, remis, dan tiram, cumi-cumi. Minuman yang mengandung alkohol seperti tape, bir, tuak pahit, dll. 
Makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi, dll. 
Jeroan seperti usus, hati, limpa, paru, otak, jantung, ginjal, dll. 
beberapa jenis buah-buahan seperti durian, alpokat, air kelapa muda, emping melinjo, dll 
Kaldu daging,

 Jenis makanan yang boleh dikonsumsi dalam jumlah sedikit antara lain : 
Tahu dan tempe. Ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi. 
Beberapa jenis sayuran tertentu seperti kangkung, bayam, brokoli, dan tauge, daun pepaya, asparagus, kacang-kacangan, jamur.
Makanan berlemak seperti santan, margarine, mentega, atau goreng-gorengan. Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat lewat urin. 

Jenis makanan yang boleh dikonsumsi adalah : 
Keju, susu, telur. yoghurt
Makanan sumber karbohidrat seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, makaroni, mi, bihun, roti, dan biskuit.
Tetapi, karbohidrat sederhana golongan fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat. 
Buah-buahan seperti semangka, melon, nanas, belimbing manis, dan jambu air, pisang, jeruk, strawberry.  Buah-buahan lain juga boleh dimakan kecuali durian dan alpokat.
pada sayuran diperbolehkan mengkonsumsi wortel, kentang, 

Refreshing in my home..


waktunya refreshing nih sebelum menjelang UTS semester 3.. semangat ah.. dengerin lagu dulu...


 21 guns- green day


 Do you know what’s worth fighting for, 

When it’s not worth dying for? 
Does it take your breath away 
And you feel yourself suffocating? 
Does the pain weigh out the pride? 
And you look for a place to hide? 
Did someone break your heart inside? 
You’re in ruins. 

 One, 21 guns
 Lay down your arms Give up the fight 
One, 21 guns 
Throw up your arms into the sky, 
You and I

 When you’re at the end of the road 
And you lost all sense of control 
And your thoughts have taken their toll 
When your mind breaks the spirit of your soul 
Your faith walks on broken glass 
And the hangover doesn’t pass 
Nothing’s ever built to last 
You’re in ruins.

 One, 21 guns 
Lay down your arms Give up the fight
 One, 21 guns 
Throw up your arms into the sky, 
You and I 

 Did you try to live on your own 
when you burned down the house and home? 
Did you stand too close to the fire?
 Like a liar looking for forgiveness from a stone 

When it’s time to live and let die 
And you can’t get another try 
Something inside this heart has died 
You’re in ruins
one , 21 guns 
Lay down your arms Give up the fight 
One, 21 guns 
Throw up your arms into the sky
 You and I.

Selasa, 18 Oktober 2011

INOKULASI, INKUBASI DAN DESTRUKSI




BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Prinsip Percobaan

1. Inokulasi berdasarkan pada media pertumbuhan mikoorganisme, pada bakteri mengunakan media MCA dan NA. Pada kapang dan khamir menggunakan media SDA.
2. Inkubasi berdasarkan pada suhu dan waktu inkubasi untuk setiap jenis mikroorganisme.


I.2 Tujuan Percobaan

Mahasiswa dapat mengetahui tekhnik inokulasi, inkubasi, dan destruksi.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil (diameter kurang dari 0.1 mm) yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa tanpa bantuan suatu peralatan khusus. Makhluk ini, disebut jasad renik/mikroorganisme. Terdapat dimana-mana diantaranya ada yang bermanfaat bagi manusia, tetapi banyak pula yang merugikan seperti misalnya yang menimbulkan berbagai penyakit. Mikrobiologi meliputi berbagai disiplin ilmu seperti bakteriologi, imunologi, vibrologi, mikologi dan parasitologi. Ilmu ini berkembang dengan pesatnya dari tahun ke tahun, sehingga merupakan disiplin ilmu. Mikrobiologi adalah bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang jasad renik dan mencakup bentuk, kehidupan, diversitas dan evolusi, aktivitas yang berkaitan dengan manusia seta peranannya sebagai dasar basic biological sience. (Staf pengajar Fakultas kedokteran Universitas Indonesia, 1994).

Bidang mikrobiologi terbagi atas 2, yaitu mikrobiologi dasar dan mikrobiologi terapan. Mikrobiologi dasar mengarah pada pengetahuan dasar tentang sel dan populasi seperti klasifikasi, morfologi, fisiologi, ekologi, genetika dan biokimia yang berkaitan dengan jasad renik. Sedangkan mikrobiologi terapan mencakup bidang yang tidak terbatas, dapat meliputi tanah, air, udara, linkungan, pangan, kedokteran, laut, industri dan sebagainya. (Dwidjoseputri, 1994).

Salah satu hal yang menunjang dalam pembelajaran mikrobiologi adalah laboratorium. Laboratorium digunakan untuk melakukan percobaan-percobaan yang dilakukan untuk memahami lebih dalam tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasad renik. Bekerja di laboratorium selalu memungkinkan terjadinya suatu kecelakaan. Satu-satunya jalan untuk menghindari kecelakaan tersebut adalah dengan bekerja secara cermat dan hati-hati. Peralatan merupakan suatu bagian yang mendasari dalam pembentukan laboratorium, baik itu laboratorium yang sederhana (praktikum) maupun untuk tujuan penelitian (laboratorium penelitian). Pengenalan alat-alat laboratorium merupakan hal yang sangat penting sebelum melakukan percobaan karena dapat memperlancar kegiatan praktikum serta menghindari penyalahgunaan fungsi setiap alat akibat ketidaktahuan seorang praktikan (Lim, 1998).
Hampir semua tindakan yang dilakukan dalam diagnosa mikrobiologis, sterilisasi sangat diutamakan baik alat-alat yang siap pakai maupun medianya. Suatu alat atau bahan dikatakan steril apabila alat atau bahan tersebut bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetatif maupun spora. Oleh karena itu, bagi seorang pemula di bidang mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi, pembuatan media serta teknik penanaman, hal ini semua merupakan dasar-dasar kerja dalam laboratorium mikrobiologi (Volk & Wheeler, 1993).

A.BIAKAN MURNI
     Di dalam alam, semua jenis kuman dan jamur hidup berdampingan satu sama lain, sehingga setiap pembiakan pertama suatu bahan pemeriksaan akan menghasilkan pelbagai jenis kuman. Baru kemudian dapat dilakukan pemilihan biakan-biakan murni untuk pembiakan selanjutnya. Biakan murni bakteri adalah biakan yang terdiri atas satu spesies bakteri yang ditumbuhkan dengan medium buatan. Medium buatan tersebut berfungsi sebagai medium pertumbuhan. Pada medium ini bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak. Bahan dasar yang digunakan untuk medium pertumbuhan ini adalah agar-agar. Untuk bakteri heterotrof medium dilengkapi dengan air, molekul makanan (misal gula) sumber nitrogen dan mineral. Biakan murni dilakukan untuk keperluan diagnostik, karakterisasi mikroorganisme, industri farmasi dan kegiatan lain yang berkaitan dengan mikroorganisme Untuk hasil yang lebih baik agar bakteri tumbuh, alat dan bahan yang digunakan di sterilkan terlebih dahulu. Dari pertumbuhan bakteri pada perbenihan-perbenihan cair dan padat dapat diperoleh keterangan-keterangan tambahan untuk identifikasi kuman tersebut. Pada benih cair dapat dilihat :
 Pertumbuhan pada permukaan. Ada tidaknya selaput pada permukaan dan sebagainya.
 Kekeruhan dari perbenihan.
 Bau
 Endapan.
(Gerard Bonang & Enggar S.Koeswardono, 1982).

B. STERILISASI
Secara umum, sterilisasi merupakan suatu proses pemusnahan kehidupan khususnya mikrobia dalam suatu wadah ataupun peralatan laboratorium. Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua mikroorganisme yang terdapat pada atau di dalam suatu benda. Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaaan panas, penggunaan bahan kimia, dan penyaringan (filtrasi). Apabila panas digunakan bersama-sama dengan uap air maka disebut sterilisasi basah, bila tanpa kelembapan maka disebut sterilisasi kering (Achmad, 2007).

C. INOKULASI
     Inokulasi adalah pemindahan sel-sel mikroorganisme dari biakan ke medium steril dengan jarum/lingkaran inokulasi yang steril. Juga introduksi mikroorganisme ke dalam tubuh hewan, seperti dalam vaksin. . Untuk melakukan penanaman bakteri (inokulasi) terlebih dahulu diusakan agar semua alat yang ada dalam hubungannya dengan medium agar tetap steril, hal ini agar menghindari terjadinya kontaminasi (Volk & Wheeler,1990).

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum melakukan teknik penanaman bakteri (inokulasi) yaitu :
1. Menyiapkan ruangan Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadannya harus steril agar tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaaan .dalam labotarium pembuataan serum vaksin dan sebagainya. Inokulasi dapat dilakukan dalam sebuah kotak kaca (encast) udara yang lewat dalam kotak tersebut dilewatkan saringan melalui suatu jalan agar tekena sinar ultraviolet (Pelczar, 1986).
2. Pemindahan dengan pipet Cara ini dilakukan dalam penyelidikan air minum atau pada penyelidikan untuk diambil 1 ml contoh yang akan diencerkan oleh air sebanyak 99 ml murni (Pelczar, 1986).
3. Pemindahan dengan kawat inokulasi Ujung kawat inokulasi sebaliknya dari platina atau nikel .ujungnya boleh lurus juga boleh berupa kolongan yang diametrnya 1-3mm. Dalam melakukuan penanaman bakteri kawat ini terlebih dahulu dipijarkan sedangkan sisanya tungkai cukup dilewatkan nyala api saja setelah dingin kembali kawat itu disentuhkan lagi dalam nyala (Pelczar, 1986).
Inokulum adalah mikroorganisme yang digunakan untuk pemindahan ke dalam medium. Untuk meningkatkan keberhasilan inokulasi mikroba diperlukan beberapa media, yaitu media tumbuh, peralatan, dan metode inokulasi. (Volk & Wheeler, 1990).

Untuk meningkatkan keberhasilan inokulasi mikroba diperlukan beberapa media yaitu media tumbuh,peralatan,dan metode inokulasi.

 Media tumbuh
Media ini merupakan media yang disiapkan untuk digunakan menumbuhkan mikroba. Komposisi media tumbuh disesuaikan dengan mikroba yang akan ditumbuhkan. Berdasarkan bentuknya, media tumbuh dapat dibagi menjadi cair dan media apat (agar). Perbedaan dari kedua media ini yaitu penambahan tepung adalah untuk memadatkan media. Sedangkan media padat dibagi menajdi tiga macam, yaitu media agar tegak (deep agar), agar miring (slants agar), dan lempeng agar (plate agar). Agar biakan murni dapat dibuat, medium harus steril sebelum inokulasi; yaitu kita harus yakin bahwa tidak ada organismehidup dapat berada dalam medium jika diinokulasi. Metode yang lazim digunakan untuk mensterilkan media ialah menempatkannya dalam otoklaf (sebetulnya panci masak bertekanan besar dan dielaborasi). Otoklaf menggunakan uap bertekanan untuk menaikkan suhu barang yang sedang disterilkan sampai suatu taraf yang mematikan semua bentuk kehidupan. Untuk sterilisasi rutin, otoklaf biasanya dioperasikan pada tekanan uap 15 lb/in2. Pada tekanan ini suhu menjadi 121 oC. Waktu yang diperlukan pada suhu ini adalah 15 sampai 20 menit. Apabila medium berukuran besar disterilkan, maka waktu yang diperlukan akan lebih panjang, karena panas memerlukan waktu untuk menembus bahan tersebut (Volk & Wheeler, 1993).
Pada perbenihan agar miring dapat dilihat berbagai macam pertumbuhan bakteri. Ada yang hanya tumbuh pada tempat penanaman, ada yang tumbuhnya menyebar dan sebagainya. Pada perbenihan lempeng agar dapat dilihat berbagai bentuk koloni bakteri. Koloni-koloni ini dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan sifat-sifat permukaannya, pinggirnya, warnanya dan perubahan-perubahannya yang ditimbulkan pada perbenihan. Pada perbenihan tabung agar tegak dapat dilihat sifat-sifat pertumbuhan terbaik, apakah di permukaan perbenihan atau jauh di dalam perbenihan. Cara pertumbuhan di sekitar tempat tusukan sengkelit; ada tidaknya pencairan perbenihan, misalnya pada perbenihan gelatin; ada tidaknya pencairan perbenihan, misalnya pada perbenihan semi-solid. ( Gerard Bonang & Enggar.S.Koeswardono, 1982).
Agar-agar, gelatin atau gel silika merupakan bahan untuk membuat medium menjadi padat. Namun, yang paling umum digunakan adalah agar-agar. Meskipun bahan utama agar-agar adalah gelatin, yaitu suatu kompleks karbohidrat yang diekstraksi dari alga marin genus Gelidium, namun sebagian besar mikroorganisme tidak dapat menggunakannya sebagai makanan sehingga agar-agar dapat berlaku hanya sebagai pemadat (Hadioetomo, 1993).

 
BAB III
METODELOGI PERCOBAAN

III.1 Alat dan Bahan yang digunakan

 Alat yang digunakan :

Tabung reaksi,
Cawan petri,
Pipet berskala,
Pipt media,
Pembakar bunsen,
Jarum ose bulat,
Jarum ose lurus,
Rak tabung.

 Bahan yang digunakan :

Nutrient Agar (NA),
MacConkey Agar (MA),
Sabouraud Dextrose Agar (SDA),
Air selokan sebagai sampel.

III.2 Prosedur Percobaan

III.2.1 Inokulasi mikroorganisme

 Masing-masing isolat mikroorganisme yang telah disediakan dalam media tegak, mring, dan pelat diinokulasikan.
Inokulasi dilakukan dengan cara media miring digores dengan menggunakan kawat ose bulat, sedangkan media tegak ditusuk dengan kawat ose lurus.
 Setiap atu galur mikroorganisme selesai dilakukan inokuasi, kawat ose harus diflambir. Galur kapang diinokulasi paling akhir.
III.2.2 Inkubasi hasil inokulasi
 Semua cawan dan tabung diinkubasi pada suhu yang optimum dan waktu yang tepat untuk pertumbuhan mikroorganisme yang diinokulasi. Biakan bakteri pada 35-370C selama24 sampai 48 jam, khamir pada 30-350C selama 3 hari dan kapang pada 20-250C selama 5-7 hari.
 Pengamatan dilakukan terhadap seluruh ciri makroskopis yang dapat dilihat. Jika perlu dapat dilihat ciri makroskopisnya juga. Seluruh pengamatan dicatat dengan lengkap dan diteliti bila perlu dengan foto.
 Hasil percobaan yang terbaik dapat disimpan dalam lemari pendingin untuk dipergunakan pada percobaan minu depannya.

III.2.3 Destruksi

 Autoklaf diisi dengan aquadest yang telah disiapkan sampai batas yang telah ditentukan.
 Semua alat gelas atau bahan lain yang pernah kontak dengan mikroba dimasukkan kedalam autoklaf.
 Kunci pengaman autoklaf dipasang, lubang pengeluaran uap ditutup, kemudian autoklaf dinyatakan pada suhu 1210C. Waktu destruksi dihitung selama 30 menit setelah suhu yang diinginkan tercapai.
 Alat dimatikan, uapnya dikeluarkan sampai tekanan dalam alat samadengan nol, lalu alat gelas dikeluarkan dari dalam autoklaf.
 Semua alat langsung dicuci denganair sabun untuk menghindari perkembangan popuasi mikroba yang baru.
 Alat gelas dikeringkan dengan cara ditiriskan (tidak boleh dengan lap), kemudian dibungkus sesuai dengan keentuan yang berlaku bila akan disterilisasi lagi.



BAB IV
HASIL PERCOBAAN

1. Pada Media MacConkey Agar (MCA)
Proses inkubasi : ±19 jam
Pada suhu optimum (35º-37ºC)

• Dalam cawan petri (media pelat/datar)

Sebelum inokulasi

Hasil : Tidak ada perubahan terhadap media tersebut.

• Dalam tabung reaksi (media tegak)

Sebelum inokulasi Setelah inkubasi
Hasil : Tidak ada perubahan terhadap media tersebut


• Dalam tabung reaksi (media miring)

Sebelum inokulasi Setelah inkubasi
Hasil : Tidak ada perubahan terhadap media tersebut.

2. Pada Media Nutrient Agar (NA)
Proses inkubasi : ±19 jam
Pada suhu optimum (35º-37ºC)

• Dalam cawan petri (media pelat/datar)

Sebelum inokulasi

Hasil : Terjadi perubahan, pada media terdapat koloni seperti jamur (fungi) berwarna putih.

• Dalam tabung reaksi (media tegak)

Sebelum inokulasi Setelah inkubasi
Hasil : Tidak terdapat koloni pada media NA, tetapi warna yang dihasilkan lebih keruh terhadap media tersebut.
• Dalam tabung reaksi (media miring)

Sebelum inokulasi Setelah inkubasi
Hasil : Tidak terdapat koloni pada media NA, tetapi warna yang dihasilkan lebih keruh terhadap media tersebut.



3. Pada Media Sabouraud Dextrose Agar (SDA)
Proses inkubasi :
Pada suhu

• Dalam cawan petri (media pelat/datar)

Sebelum inokulasi
Hasil : Terdapat koloni seperti jamur (fungi) seperti lumut berwarna putih.

• Dalam tabung reaksi (media tegak)

Sebelum inokulasi
Hasil : Terdapat koloni berbentuk seperti serabut-serabut kapas yang menutupi permukaan media




• Dalam tabung reaksi (media miring)

Sebelum inokulasi
Hasil : Terdapat satu koloni berwarna hijau gelap yang diselimuti rambut-rambut kapas.



BAB V
PEMBAHASAN

Dari hasil yang didapat ada beberapa percobaan yang tidak mencapai
tujuan, yakni membiakkan mikroorganisme.
• Pada percobaan terhadap media MacConkey Agar (MCA) tidak adanya koloni pada media pertumbuhan, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal.
diantaranya :
- Media MCA yang masih panas dan jarum ose yang terlalu lama diflambir  dapat mematikan mikroorganisme didalam sampel.
- Waktu inkubasi yang kurang lama, karena pada literatur tertulis “mikrobiologi baru dapat diamati setelah inkubasi selama 24-48 jam.”
Pada MacConkey Agar, dapat terdeteksi adanya bakteri E.Coli dengan tanda adanya koloni berwarna merah muda.

• Pada percobaan terhadap media pertumbuhan Nutrient Agar (NA) hanya pada cawan petri koloni terbentuk mikroorganisme berbentuk bulat berwarna putih, sedangkan pada tabung reaksi (media tegak dan miring) tidak ada koloni terbentuk. Kemungkinan media Na yang masih panas dan jarum ose yang terlalu lama di flambir.
• Pada percobaan terhadap media pertumbuhan Saboraud Dextrose Agar (SDA) terdapat spora. Bentuk spora yang timbul pada permukaan media menyerupai serat berwarna putih.



BAB VI
KESIMPULAN


1. Tidak semua media pertumbuhan mikroorganisme memerlukan waktu hasil pengamatan yang sama.
- Pada media NA dan MCA, pertumbuhhan mikroorganisme dapat diamati dalam waktu 1 hari.
- Pada media SDA, pertumbuhan mikroorganisme dapat diamati dalam waktu 4 hari.
2. Pada media NA yang tegak lurus dan miring tidak menghasilkan mikroorganisme dikarenakan media NA yang masih panas dan jarum ose yang terlalu lama diflambir.
3. Pada media NA yang pelat menghasilkan mikroorganisme.
4. Pada media SDA yang tegak lurus, miring, dan pelat menghasilkan mikroorganisme.
5. Pada media MCA yang tegak lurus, miring, dan pelat tidak menghasilkan mikroorganisme dikarenakan media MCA yang masih panas dan jarum ose yang terlalu lama diflambir



DAFTAR PUSTAKA

 Bonang, Gerard & Koeswardono. S. Engar. 1982. Mikrobiologi Kedokteran Untuk Laboratorium dan Klinik. PT.Gramedia : Jakarta
 Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta.
 Ferdias, S., 1992, Mikrobiologi Pangan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
 Hadioetomo, R. S. 1993. Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium Mikrobiologi. Gramedia: Jakarta
 Staf Pengajar FK Universitas Indonesia. 1993. Mikrobiologi Kedokteran. Binarupa Aksara : Jakarta.
 Staff pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1994. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, edisi revisi. Binarupa Aksara : Jakarta.
 Volk & Wheeler, 1990. Mikrobiologi dasar edisi kelima jilid 2. Erlangga : jakarta

Jumat, 16 September 2011

JADWAL MATA KULIAH SEMESTER 3

Ini dia mata kuliah di semester 3 yang harus saya lewati...

Matematika Statiska 2 sks











Kimia Organik + Praktek 3 sks














Analisis Kimia + praktek 4 sks












Anatomi Fisiologi Manusia + praktek  3 sks

















Mikrobiologi + praktek 3 sks











Farmaseutika 2 sks










Etika 2 sks


Ayoooo Semangaaaaattt !!!!!

NEW SPIRIT AND MOTIVATION

Selamat datang di awal Tingkat 2...

alhamdulillah berbagai macam hambatan dan godaan sudah di lewati dengan lancar. meskipun nilai semester 2 sedikit turun tapi bisa menyeimbangi nilai dengan baik. saya puas dan bangga dengan hasil yang didapat karena memang itu sesuai dengan perjuangan yang sudah dilakukan selama 1 tahun terakhir ini.

hmmm... ngomong-ngomong masalah nilai, saya harus bisa lebih semangat untuk meningkatkan indeks prestasi agar bisa mendapatkan beasiswa di tingkat 3. memang itu loh yang saya harapkan untuk saat ini, mendapatkan BEASISWA..

Di semester 3 ini, saya harus lebih serius. kenapa ? karena mata kuliah yang di hadapi nanti itu sudah berkaitan dengan jurusan yang saya ambil, FARMASI. Tidak mudah bagi mahasiswa yang dulu lulusan dari SMA untuk mengikuti pelajaran ini. dibanding lulusan SMA, anak SMF itu lebih berpengalaman. 

Eitz.... tapi jangan pesimis dahulu ya teman-teman yang senasib dengan ku, masih ada usaha yang bisa kita lakukan untuk melakukan perubahan. hehehe..

Gimana caranya ???

hmmmh.... begitu banyak solusi dan tips berceceran dimana-mana. kalo saya sih lebih percaya pada kemampuan diri sendiri. suatu keadaan itu bisa kita ubah dengan tangan kita sendiri. jadi untuk semester ini saya harus bisa merubah pikiran untuk lebih terbuka tentang dunia farmasi dan bekerja lebih keras agar bisa menghasilkan indeks prestasi yang memuaskan. Pasti tiap anak pengen lihat orang tua bangga kan ? ya begitu juga saya. apalagi mengingat keluarga berasal dari keluarga yang biasa saja jadi tidak ada salahnya kan untuk melakukan perubahan yang LUAR BIASA..

Jangan takut untuk bermimpi kawan !

Meskipun diri ini memiliki kekurangan dalam hal materi tapi yakinlah Allah selalu ada didekat kita, dan mencintai setiap hamba-Nya yang mau berusaha. jadi ayo kita rencanakan sematang mungkin untuk masa depan kita yang cerah. ingat, jangan cuma direncanakan saja tapi dilakukan, oke ?!

Untuk teman kuliah yang satu jurusan maupun yang beda jurusan, yuk kita berjuang bersama untuk memperdalam bakat kita. tidak harus pintar tapi harus paham apa yang kita pelajari dan yang kita dapat. 
Untuk keluarga saya terutama mama, insyaallah ananda disini berusaha semaksimal mungkin untuk mengharumkan keluarga. 

SEMANGAT menghadapi kuliah semester 3 tahun ini...

WISH YOU ALL THE BEST, GOOD LUCK !!

-SastRa-